Rawat Harmoni di Tanah Adat, Kakamenag Hadiri Dialog Kerukunan di Desa Tanah Towa

Kajang – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, Dr. H. Abdul Rafik, M.Pd, menghadiri Dialog Kerukunan yang digelar di Aula Kantor Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat kerukunan, toleransi, dan persaudaraan di tengah masyarakat adat.

Kedatangan Kakankemenag disambut hangat oleh Kepala Desa Tanah Towa, Zulkarnain, S.Pd, bersama para pemangku adat. Sebagai bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan sekaligus simbol penerimaan dalam tradisi masyarakat adat Kajang, Dr. H. Abdul Rafik dipasangkan sarung hitam khas Kajang dan passapu di kepalanya sebelum memasuki Aula Kantor Desa.

Prosesi adat tersebut mencerminkan kuatnya nilai-nilai budaya yang masih terpelihara di Tanah Towa. Balutan pakaian adat yang dikenakan Kakankemenag menjadi simbol penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus wujud komitmen Kementerian Agama dalam merawat harmoni antara nilai-nilai agama dan budaya.

Turut mendampingi Kakankemenag dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Bulukumba, Syafruddin, S.Ag., M.H., Kepala KUA Kecamatan Kajang, Abdul Wahab, S.Ag., serta para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kajang.

Dialog berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Tokoh agama, tokoh adat, pemerintah desa, serta masyarakat duduk bersama membahas pentingnya menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan merawat kerukunan sebagai modal utama membangun kehidupan masyarakat yang damai.

Dalam sambutannya, Dr. H. Abdul Rafik, M.Pd mengapresiasi masyarakat adat Tanah Towa yang hingga kini tetap menjaga warisan budaya sekaligus memelihara kehidupan yang rukun dan harmonis. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur sangat sejalan dengan semangat Moderasi Beragama yang terus dikembangkan Kementerian Agama.

Kepada Kepala Desa dan seluruh masyarakat, Kakankemenag menitipkan pesan agar budaya, persaudaraan, dan keberagaman terus dijaga sebagai kekuatan bersama.

“Saya menitipkan pesan kepada Bapak Kepala Desa dan seluruh masyarakat Tanah Towa. Jagalah budaya kita, jagalah persaudaraan kita, jagalah keberagaman kita. Mari kita jaga semuanya dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai di antara kita saling menghina, saling menjatuhkan, atau saling mengejek. Bangunlah kebersamaan dan saling menghormati. Rakyat harus menghargai pemimpinnya, dan pemimpin harus mencintai rakyatnya. Dengan demikian, kerukunan akan tetap terpelihara dan daerah ini akan semakin maju,” pesan Dr. H. Abdul Rafik.

Ia menegaskan bahwa kerukunan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kedamaian, sehingga nilai-nilai budaya dan ajaran agama dapat berjalan beriringan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Desa Tanah Towa, Zulkarnain, S.Pd menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kakankemenag Kabupaten Bulukumba beserta rombongan. Menurutnya, dialog kerukunan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan di kawasan masyarakat adat Kajang.

Kegiatan diakhiri dengan dialog interaktif antara peserta dan narasumber mengenai penguatan kerukunan umat, pelestarian budaya lokal, serta pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan. Diharapkan, semangat kebersamaan yang tumbuh dalam dialog tersebut terus terpelihara sehingga Desa Tanah Towa tetap menjadi teladan dalam merawat harmoni, menghargai keberagaman, serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya sebagai kekayaan bangsa. (HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *